Langsung ke konten utama

Postingan

jur-nal-rak #17

Desember, 20. 2020. Wanita penantang badai, Setahun lalu.
Postingan terbaru

Semacam Pengingat

 

jur-nal-rak #15

Agustus, 21. 2020. Some people realized that they never had anything call home, real home; somewhere when u need to tell your day or cry about your feeling. Dan tidak bisa berharap pada siapapun. Bertahanlah.

jur-nal-rak #13

Juni, 18. 2020. Ngerii, jur-nal-rak yang ke tiga belassss. Angka setannn 👹 Satu dua hari ini sa banyak ide untuk sudutkantincom. Sebenarnya selalu banyak ide sih. 😂 Misal mencoba ngeliput fenomena bersepeda, nulis feature, pingin nyoba main IG Live tapi takut gak ada yang nonton, pingin bikin konten medsos yang komunikatif dengan follower , pingin   lanjutin segmen se.ling.an, oh iya cara branding yang bagus gimana ya? Sikap individualis bahwa saya bisa menyelesaikan semuanya sendirian, hampir-hampir membuat jam tidur malam terganggu. Bukan berarti saya tidak ingin yang lain terlibat, tapi saya selalu merasa "gelisah". Dan orang pertama yang bisa saya ajak dikusi adalah diri sendiri. Kegelisahan inilah yang memaksa saya untuk selalu nyari tau, utak-atik sesuatu, dan tak terasa itu cukup memakan waktu dan tenaga. Hehehe Kegelisahan itu selalu berbunyi, "Selanjutnya apa?"

jur-nal-rak #12

Juni, 1. 2020. Semua krisis, Jadi sa selalu mengamini kalimat ini, No body cares, work harder. If you want it, work for it. Dua minggu ini cukup melelahkan sekaleee (e-nya tiga). 😅 Awalnya berencana pulkam. Karena sudah 2 bulan, ibu hanya kerja setengah hari, dan punya banyak waktu di rumah. Jadi, siapa tau sa bisa bantu-bantu bikin sesuatu bersama beliau. Dan ternyata pulkam harus membawa surat tes kesehatan. Mmm mau tes aja sampai ratusan ribu. Merasa eman-eman duitnya. Ya, sa sedang nabung juga sih. Tapi, biaya rapid test dan swap test juga sepertinya gak murah. Belum lagi beli tiket pulang. Bapak lagi krisis di Jakarta karena gak bisa narik-ngojek online, Ibu pun sama mungkin hampir dua bulan tempat kerjanya di hotel ndak ada tamu, masak iya harus beboros lagi saya di Jogja? Lah yo mending ditabung saja uangnya. Buat beli... sepeda. Hehehe Duh tuhkan, sa jadi pingin beli sepeda lagi. Oh iya, sudah seminggu, mbak-mbak kating SD belum ada kabar lag